Minggu, 24 Maret 2013

Tips Agar Menghafal Cepat dan Ingatan Tahan Lama II


Pada artikel sebelumnya kita telah membahas empat tips, nah sekarang saatnya untuk tips-tips berikutnya. Sekedar mengingatkan saja, tips-tips yang kami buat ini tidak bertujuan agar Anda menjadikannya  sebagai pedoman atau langkah “wajib”, tapi lebih ke arah koreksi atas metode tidak efektif yang mungkin Anda gunakan selama ini. Yang membuat hafalan itu menjadi sulit bukanlah karena materi hafalan yang berat, tapi lebih cenderung karena gaya menghafal yang diterapkan tidak tepat. Oleh karena itu kami mengharapkan agar setelah membaca artikel ini, paradigma berpikir Anda akan berubah. Jika selama ini Anda menganggap bahwa menghafal itu sulit, maka pemikiran ini akan berubah karena Anda akan menyadari mungkin ada di antara metode yang Anda gunakan kurang tepat. Baiklah, langsung saja kita membahas tips berikutnya.
5. Lakukan gerakan-gerakan kecil.
Tips yang ini memang kedengarannya agak nyeleneh daripada tips -tips lainnya, terkadang ada hal-hal lama tapi tidak efektif dan harus didobrak. Selama ini cara kita menghafal lebih sering dengan berdiam di satu tempat saja, tapi cara ini lebih cepat untuk membuat kita mengantuk ketimbang untuk menyerap hafalan. Ketika sudah mengantuk, jangan harap materi yang dihafal akan masuk ke dalam ingatan.
Di samping itu otak kita juga memerlukan sirkulasi darah guna menyuplai oksigen yang sangat dibutuhkan otak agar tetap segar. Padahal hanya dengan kondisi otak yang fresh kita dapat menghafal, dengan demikian tips ini sangat tepat untuk diterapkan. Cara seperti ini juga membuat otak menyerap materi lebih cepat. Namun tips ini bukan menyuruh Anda untuk menghafal di saat berolahraga. Tetapi ketika menghafal, cobalah sambil berjalan bolak-balik atau melakukan lompatan rendah, atau gerakan-gerakan kecil lainnya yang memungkinkan untuk dikerjakan sambil menghafal, atau lebih baik lagi sambil melakukan senam otak. Tapi ingat, jangan menghafal sambil melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi, karena hal ini justru akan menimbulkan bahaya.
6. Makan makanan bergizi.
Sebagai makhluk hidup, manusia membutuhkan energi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Untuk memenuhinya, manusia memerlukan asupan makanan yang cukup. Setelah itu makanan juga mempunyai fungsi penting lainnya sebagai pembangun sel-sel tubuh dan pengganti sel-sel yang rusak. Tak jauh berbeda, otak juga membutuhkan zat-zat bergizi untuk menunjang kinerjanya.
Ada banyak pilihan makanan untuk asupan otak, tapi menurut penelitian ilmiah, makanan-makanan yang dibutuhkan agar memori tetap terjaga dengan baik adalah : susu, telur, ikan, kerang, kacang, millet, jagung, lily, lada, bayam, jeruk, teh, nanas, wortel, alpukat, kubis, jamur, aprikot, anggur, dan blueberry. Kemudian, hindarilah junk foods yang tidak bermanfaat bagi tubuh. Dengan mengonsumsi makanan bergizi, selain dapat menambah kecerdasan, berarti kita juga telah menjaga kesehatan tubuh yang sangat berharga.
7. Istirahat yang cukup.
Hal yang sering membuat siswa gagal dalam ujian adalah karena mereka baru menghafal pelajaran di malam sebelum ujian berlangsung (sistem kebut semalam). Padahal di saat itu tubuh sudah benar-benar lelah dan butuh istirahat. Jika kita memaksakan diri untuk belajar, yang didapat hanyalah rasa mengantuk. Makanya, jangan sekali-kali menghafal di saat tubuh sedang lelah. Lebih baik beristirahat dulu agar kondisi tubuh kembali segar.
Memaksakan diri bukanlah hal yang baik, malah akan membuat hal negatif lainnya. Oleh sebab itu, istirahat yang cukup adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk menghafal. Sejenius apapun seseorang, ia pasti membutuhkan istirahat yang cukup agar bisa kembali menghasilkan ide-ide brilian dan sekuat apapun seorang atlet ia tetap butuh istirahat agar menang dalam pertandingan. Demikian pula dengan menghafal, sebenarnya juga menguras energi yang banyak.
8. Jangan ragu untuk mengadakan ulangan-ulangan.
William James pernah berkata: “Sejak kita bangun tidur sampai kita tidur lagi, 99 dari 100, bahkan 999 dari 1000 macam perbuatan kita itu adalah perbuatan dari sendirinya atau gerakan kebiasaan”. Hal ini menunjukkan bahwa otak akan mudah melakukan retrieval terhadap data-data berupa kegiatan yang rutin dilakukan ketimbang hal-hal yang jarang dikerjakan.
Banyak yang menganggap inilah tahapan paling repot dan menguras banyak konsentrasi dalam menghafal. Sebenarnya kalau kita mengerjakannya dengan cara yang menyenangkan, pendapat ini tidak akan terjadi.  Ada banyak cara untuk melakukan pengulangan, seperti dengan menulis kembali apa yang dihafal, atau merekam suara kemudian Anda mengulang-ngulang rekaman tersebut sembari mengulang-ngulang hafalan dengan mengikuti suara sendiri. Atau juga bisa mengggambar sesuai imajinasimu untuk mengungkapkan hafalan, dan boleh juga di zaman serba canggih ini Anda membuat animasi yang menggambarkan hafalan tersebut, menyenangkan bukan? Jadi ada banyak cara untuk melakukan pengulangan ini. Sehingga terciptalah apa yang disebut dengan ‘hafal luar kepala’ dan ketika ini terjadi, Anda tidak perlu risau ingatan itu akan hilang.
9. Dalami dan Pahami hal yang akan dihafal.
Suatu waktu mendapat tugas untuk menghafal istilah berbahasa Inggris, sementara Anda sudah mahir berbahasa Inggris, tentu tidak sulit untuk menghafal istilah itu bukan? Maka lebih baik jika kita memahami apa dan mengerti apa yang kita hafal. Malahan menghafal dengan metode ini lebih cepat daripada tanpa memahami makna hafalan itu, terlebih pada rumus-rumus. Jika kita telah mengetahui dasar penurunan rumus tersebut, maka rumus itu bukan lagi sekedar hafalan tapi telah menjadi ingatan yang sempurna di dalam otak.
Hal ini terjadi karena ketika akan memasukkan data, konsentrasi otak kita terbagi antara menghafal dan memahamkan hal yang asing di dalam otak. Bila hal yang dihafal ternyata telah dipahami dengan baik, sudah tentu ketika kita menghafal otak tidak perlu lagi memahamkan istilah yang asing itu. Sehingga akan lebih dimengerti oleh otak dan hafalan akan mudah diserap.
10. Jangan terburu nafsu untuk cepat menghafal.
Tips ini berguna untuk hafalan banyak yang menggunakan target, seperti menghafal Qur an. Jika sudah mempunyai target per hari, patuhilah target tersebut. Seandainya  Anda mampu melampaui target itu, tidak usah terburu nafsu untuk melangkah ke hafalan berikutnya. Biarlah sedikit lama, tapi hal ini akan lebih efektif daripada terburu-buru dalam menghafal.
Menghafal juga membutuhkan waktu untuk mengulang-ulang kembali hafalan tersebut agar dapat terekam dengan sempurna di dalam otak. Sebetulnya untuk hafalan yang menggunakan target tidak penting lamanya waktu diperlukan untuk menuntaskan hafalan karena yang terutama adalah konsistensi pada target yang telah dibuat. Pada saat hafalan itu banyak, tentulah waktu yang dibutuhkan untuk mengulang semakin banyak, jika ini tidak terpenuhi, maka hafalan tersebut tidak akan mantap. Di samping itu kalau kita menghafal melebihi target kita akan malas menghafal materi hafalan selanjutnya karena sombong dan merasa gampang pada hafalan itu.  Jika sekali saja kita malas menghafal, maka untuk selanjutnya kita akan malas menghafal.
Menghafal memang termasuk aktivitas yang cukup sulit, namun sebenarnya hambatan terbesar dalam menghafal adalah karena kita sering menganggap menghafal itu sulit dan takut hafalan tersebut akan lupa. Hal yang mudah sekalipun akan terasa susah bila kita selalu menganggap itu sebagai sebuah kesulitan. Padahal hanya dengan kemauan yang kuat dan tekad sekeras baja saja, hambatan sebesar apapun akan bisa dihadapi dan impian setinggi langit dapat dicapai. Walhasil, kalau boleh penulis menyimpulkan, kunci utama untuk menghafal sebenarnya adalah kemauan. Secanggih apapun tips yang diamalkan tidak akan manjur bila tekadnya lemah. Jika Anda sudah punya niat menghafal pada saat ini, jangan ragu lagi, mulailah dari sekarang. Dan jika belum selesai, jangan menyerah, karena keberhasilan tidak akan pernah tercapai jika Anda diam dan tidak sungguh-sungguh dalam berusaha.